Sunday, June 11, 2017

Hari 8: Penyusunan Laporan (Pertemuan II)

18 Mei 2017, hari terakhir kami menyusun laporan. Kami sangat bahagia bisa menyelesaikan proyek kami dengan baik dan rapi. Kami sangat senang menyelesaikan project ini karena dari project ini banyak hal yang dapat kami pelajari dan dapat kami terapkan dalam kehidupan kami sehari-hari, khususnya dalam menghargai apapun yang kita miliki dan kita dapatkan.

Kami menyadari bahwa segala sesuatu yang diberikan kepada kami merupakan pemberian dari yang Maha Kuasa, sehingga apapun yang telah diberikan oleh yang Maha Kuasa kepada setiap individu harus digunakan dengan bertanggung jawab.
(Julio dan Abraham menyusun hasil diskusi laporan)

Kami juga belajar untuk menghargai apapun yang telah diberikan kepada kami sebagai individu ciptaan yang Maha Kuasa.

Kami sangat berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Banten Berkebun, khususnya kepada Ibu Ida dan Bapak Abdul yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar menanam serta membimbing kami selama project kami berlangsung.

Friday, June 2, 2017

Hari 7 : Penyusunan Laporan (Pertemuan I)

Hari ini tanggal 17 Mei, kami telah sampai penghujung kegiatan. Kami semua berkumpul di perpustakaan BINUS Anggrek untuk menyusun laporan mengenai kegiatan kami sampai saat ini. Kami membicarakan tentang hasil evaluasi dengan Ibu Ida pada teman-teman yang tidak bisa hadir saat itu. 

Setelah mendengar evaluasi tersebut, kami pun merefleksikan apa yang telah kami dapat dari kegiatan ini. Kami merasa kegiatan ini sudah mengembangkan karakter kami secara tidak langsung, walaupun selama pengerjaan hal itu bak tidak kami rasakan. Namun, setelah semua selesai kami merasa kami menjadi orang yang lebih baik, lebih sabar, lebih menghargai hal-hal kecil, terutama terhadap petani yang bersusah payah menanam dan menghasilkan sayuran yang kita konsumsi.

(Gisela, Cindy, dan Abraham mengerjakan laporan)

(Julio, Jonathan, Andreas, Yasmin, dan Abraham mendiskusikan refleksi diri)

Thursday, June 1, 2017

Hari 6 : Evaluasi di Rumah Hijau!

Hari ini adalah hari evaluasi! Setelah menikmati hasil panen kami, tiba saatnya kami untuk bertemu kembali dengan Ibu Ida untuk mengevaluasi progress kami selama kegiatan. Berhubung anggota lain berhalangan, hanya Abraham, Cindy, Gisela, dan Yasmin yang dapat hadir.

Hari itu kami diundang ke kediaman Ibu Ida yang letaknya tidak jauh dari lokasi kegiatan. Cukup dengan berjalan kaki saja untuk sampai kesana. Rumah Ibu Ida sangatlah hijau dan rindang, memang  beliau dan suaminya ada bergerak di bidang argikultur jadi tidak heran rumah beliau mencerminkan profesinya.
(Taman di rooftop kediaman Ibu Ida)

Kami diajak ke rooftop rumah Ibu Ida. Dimana disana terdapat sebuah taman yang tertatata rapi, berbagai macam sayur, rempah, serta bunga tertanam disana. Lalu mulailah kami berbincang tentang pengalaman kami secara kegiatan.
Satu demi satu dari kami menceritakan suka duka kami selama kami bekerja di kebun. Mulai dari kegembiraan saat kangkung kami tumbuh, hingga kekecewaan kami saat mengetahui bahwa bayam kami tidak tumbuh dengan baik. Kami saling mengutarkan pembelajaran yang kami dapat selama berkebun. Seperti hal praktikal yaitu cara menanam dan merawat tanaman hingga pelajaran hidup untuk sabar dan jika melakukan segala hal harus dengan hati agar mendapatkan hasil maksimal.
Setelah selesai melakukan evaluasi, tak lupa kami berfoto dengan Ibu Ida dan berterima kasih akan bimbingan beliau selama kegiatan kami.
(Gisela, Abraham, Cindy, dan Yasmin berfoto dengan Ibu Ida)
(Gisela, Abraham, Cindy, dan Yasmin setelah melakukan evaluasi)

Thursday, May 18, 2017

Hari 5: Panen Semua!!!

Setelah penantian yang cukup panjang - sekitar dua minggu -, pada hari Minggu, 9 April 2017 tanaman-tanaman kami sudah matang dan siap dipanen.

Pada saat itu, tim terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pagi (Abraham, Cindy, Gisela, dan Yasmin) dan kelompok sore (Andreas, Jonathan, dan Julio). Pembagian kelompok ini dikarenakan jadwal beberapa anggota kelompok yang bentrok.

Pada pagi hari, berikut foto-foto kegiatan panen kelompok pagi:

(Yasmin dan Gisela memamerkan hasil panen kangkung - 1)

(Yasmin dan Gisela memamerkan hasil panen kangkung - 2)

(Abraham dan Yasmin membersihkan hasil panen - 1)

(Abraham dan Yasmin membersihkan hasil panen - 2)

(Cindy dan Yasmin membersihkan hasil panen - 1)

(Cindy dan Yasmin membersihkan hasil panen - 2)

Dan di sore hari, berikut adalah foto-foto kegiatan panen kelompok sore beserta teman kami, Kerin:

(Kondisi ladang sebelum panen sore)

(Kerin ikut membantu panen)

(Andreas dan Jonathan memanen bayam - 1)

(Andreas dan Jonathan memanen bayam - 2)

(Andreas dan Kerin memanen bayam)

(Julio mengikat kangkung hasil panen)

(Julio dan Pak Abdul mengikat kangkung hasil panen)

(Julio mencuci hasil panen kangkung)


Selama panen kami ditemani oleh Pak Abdul. Menurut beliau, tanaman kangkung kami sudah bagus, namun sayangnya bayam kami agak kurang baik.

Selanjutnya, kami merencanakan kapan akan kami lakukan evaluasi bersama Bu Ida.

Demikianlah kegiatan berkebun kami sejak survei hingga panen. Stay tuned untuk mengetahui bagaimana hasil evaluasi mengenai kinerja kami dari Bu Ida!

Wednesday, May 17, 2017

Hari 4: Kembali ke Kebun untuk Merawat

Pada hari Minggu, 26 Maret 2017, kami kembali melakukan kunjungan ke kebun untuk melakukan pemantauan dan perawatan terhadap bayam dan kangkung yang telah kami tanam. Berhubung anggota lain berhalangan, hanya Yasmin dan Jonathan yang dapat hadir.

Bagaimana ya perkembangan tanaman kami?

(Kondisi kangkung 26 Maret 2017 - 1)

(Kondisi kangkung 26 Maret 2017 - 2)

(Kondisi bayam 26 Maret 2017)

Wah kangkung yang kami tanam sudah selebat ini. Tidak disangka dalam waktu seminggu kangkung kami dapat berkembang secepat ini.

Tapi, sayang sekali bayam kami tidak bernasib sama. Walaupun bayam kami tanam dalam waktu bersamaan, namun bayam tersebut tidak berkembang secepat kangkung. Menurut Pak Abdul, sepertinya saat kami menanam terdapat kesalahan yang membuat pertumbuhan bayam terhambat.  Ia juga mengatakan bahwa faktor hujan juga mempengaruhi pertumbuhan bayam. Bayam merupakan tanaman yang sensitif, jadi hujan yang mengandung asam dapat membuat daun bayam menjadi berlubang. Seharusnya setelah hujan kami harus segera menyiram kembali dengan air untuk menetralkan keasaman dari hujan. Karena kami tidak dapat datang setiap hari, daun pada bayam kami menjadi berlubang.

Dalam perawatan hari ini kami kembali mencabut tanaman liar dan menyiram bayam dan kangkung seperti yang telah kami lakukan sebelumnya. Kami dengar dalam kurun waktu seminggu sayur yang kami tanam sudah dapat dipanen. Wah!  Kira-kira berapa banyak, ya, sayur yang dapat kami panen? Stay tuned di posting kami selanjutnya ya!

 (Yasmin mencabut tanaman liar)

 
(Jonathan mencabut tanaman liar)

Tuesday, May 16, 2017

Hari 3: Mari Menjaga Tanaman Kita...

Setelah hari Rabu, 15 Maret yang lalu kami menanam kangkung dan bayam, tanggal 21 Maret 2017 kami kembali ke kebun untuk melakukan perawatan. Sudah seberapa besar kangkung dan bayam kami dan apa saja yang kami lakukan dalam merawat kangkung dan bayam kami?

Sebelum perawatan, yuk, lihat pertumbuhan kangkung dan bayam kami:

(Foto kangkung dari kebun)

Nah, sudah lumayan besar, kan?  Namun ada beberapa tanaman liar yang tumbuh di sekitar bibit-bibit tersebut. Oleh karena itu, tanaman liar tersebut wajib kami bersihkan agar tidak bertambah besar dan mengambil nutrisi yang diperlukan oleh kangkung dan bayam kami. Berikut foto-foto kami selama membersihkan tanaman liar dari antara bibit-bibit kangkung dan bayam:

(Abraham mencabuti rumput liar)

(Gisela dan Andreas mencabuti rumput liar)

Setelah kami mencabut tanaman liar, kami berniat melanjutkan perawatan dengan menyiram tanaman-tanaman tersebut. Ternyata, tanaman-tanaman sudah disiram sehingga kami tidak perlu menyiram lagi.

Sambil menunggu, beberapa dari kami menyusun laporan kegiatan kami sambil mengerjakan tugas-tugas lainnya.

(Kiri ke kanan: Julio, Jonathan dan Andreas mengerjakan laporan)

Setelah perawatan selesai, kami beristirahat sambil berbicara kepada Pak Abdul mengenai perkembangan tanaman kami dan apa yang harus kami lakukan selanjutnya. Kemudian kami pamit dan berfoto bersama di samping tanaman-tanaman kami.


(Foto bersama anggota tim dan Pak Abdul)

Nah, sedikit hint untuk posting selanjutnya, akan ada pertumbuhan yang cepat sekali. Bisakah Anda menebak? Apakah kangkung ataukah bayam yang akan tumbuh dengan cepat sekali? Stay tuned untuk posting selanjutnya ya!

Monday, May 15, 2017

Hari 2: Mulai!

Halo lagi! Kali ini, kami akan membahas lanjutan dari kegiatan survei komunitas Banten Berkebun© kami. Di posting sebelumnya, kami bertemu dengan komunitas Banten Berkebun© dan sepakat untuk memulai aktivitas berkebun kami pada Rabu, 15 Maret 2017. Aktivitas yang dimaksud adalah menanam sayuran-sayuran, yaitu kangkung dan bayam.

Pagi hari kami berangkat ke lokasi, namun ternyata kami tiba terlambat hehehehe. Untungnya, Pak Abdul dan Bu Ida juga masih belum siap, jadi kami sama-sama menunggu. Akhirnya, jam 9 pagi kami mulai kegiatan kami dengan briefing dari Bu Ida. Kami diinfokan mengenai komunitas Banten Berkebun©, apa saja harapan dari beliau untuk masing-masing kami sebagai generasi penerus bangsa, juga mengenai teknik-teknik penanaman yang baik.

(Foto tim sebelum kegiatan)

(Kondisi tanah sebelum kegiatan)

(Bu Ida memberikan briefing kepada tim)

(Kiri ke kanan: Andreas, Julio, dan Abraham mendengarkan briefing dari Bu Ida)

(Kiri ke kanan: Gisela, Cindy, dan Jonathan mendengarkan briefing dari Bu Ida)

Kemudian pukul 10 pagi kami mulai proses menanam. Proses dimulai dengan menggemburan tanah menggunakan alat-alat dari komunitas. Kami mencangkul tanah supaya tanah menjadi lebih gembur. Sedikit ulat dan banyak kotor-kotor menghiasi proses pertama ini. Kemudian kami melanjutkan dengan menanam benih kangkung. Tanah ‘digarisi’ dan benih kangkung ditanam dengan jarak tertentu. Kemudian kami menimbun garis tanah.

(Tim menggemburkan tanah - 1)

(Tim menggemburkan tanah - 2)

(Tanah yang sudah dipersiapkan untuk menanam kangkung)

(Proses penanaman benih kangkung)

Selanjutnya kami menanam benih bayam. Benih bayam kami campur dengan pasir kemudian masing-masing kami mengambil sejumput dari campuran tersebut dan kami sebar di tanah untuk bayam.

(Proses penyebaran benih bayam yang dicampur pasir - 1)

(Proses penyebaran benih bayam yang dicampur pasir - 2)

Setelah itu kami menyiram tanah-tanah tersebut. Kami menggunakan tiga bidang tanah untuk kangkung dan dua bidang tanah untuk bayam. Satu bidang tanah memiliki luas kurang lebih 5-6 meter persegi.

(Tim menyiram tanah - 1)

(Tim menyiram tanah - 2)

Lalu kami membersihkan kaki dan tangan kami dan kami berdiskusi dengan Pak Abdul sebagai pengurus kebun mengenai pertemuan selanjutnya.

(Foto bersama tim dan Pak Abdul)

Yah, demikianlah kegiatan kami di hari kedua. Stay tuned untuk mengetahui seberapa besar benih kami tumbuh di posting selanjutnya!

Sunday, May 14, 2017

Hari 1: Survei

Halo! Kami mahasiswa/i Universitas Bina Nusantara mau berbagi mengenai pengalaman kami dalam mengerjakan kegiatan sosial CB Kewarganegaraan kami. Kegiatan ini bertemakan “Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup”. Dalam mengerjakan kegiatan ini, kami memilih berkebun sebagai kegiatan sosial kami.

Kami diberitahu mengenai proyek ini pada tanggal 23 Februari 2017 oleh dosen CB kami, Ibu Murty Magda Pane ketika kelas CB dimulai. Kami diberitahu bahwa proyek ini bersifat wajib dan akan diperhitungkan ketika menghitung nilai akhir, juga bahwa kami harus bekerja dalam kelompok dan bergabung dengan komunitas yang berkatian dengan tema kami.

Setelah kami menentukan apa bentuk kegiatan sosial kami, kami segera mencari komunitas untuk melakukan kegiatan bersama. Hari Minggu, 12 Maret 2017, kami melakukan survei ke Jakarta Berkebun© yang terletak tidak jauh dari kampus Anggrek Universitas Bina Nusantara, yaitu di dalam komplek Casagoya Residence, Jakarta Barat. Pukul 09.00 WIB, kami menuju lokasi dengan berjalan kaki, karena kami pikir tempatnya cukup dekat. Rupanya, Jakarta Berkebun© berada cukup dalam di komplek Casagoya Residence, jadi jalan kaki itu cukup terasa, ditambah dengan sengatan matahari pagi 😅. Tapi, sesampainya kami di sana, Jakarta Berkebun© sudah dipenuhi 6 kelompok mahasiswa/i BINUS😆. Alhasil ketika kami mau menentukan jadwal pertemuan, kami tidak menemui jadwal yang pas. Untungnya, pihak Jakarta Berkebun© memberikan kami rekomendasi komunitas lain, yaitu Banten Berkebun©.

Lantas kami pergi ke Banten, lebih tepatnya kawasan Bumi Serpong Damai/BSD, yang terkenal dengan mal AEON, ICE BSD, dan kawan-kawannya. Pengennya sih, ke mal AEON, tapi kami malah menyusuri jalan-jalan kecil yang disugestikan oleh peta online di smartphone kami, mencari di manakah komunitas Banten Berkebun© berada. Hampir saja kami patah semangat, kami menemukan Banten Berkebun©. Kemudian kami bertemu dengan Bapak Abdul dan Ibu Ida selaku pengurus dan penanggungjawab Banten Berkebun©. Kami berdiskusi dan sepakat untuk melakukan kegiatan pada hari Rabu, 15 Maret 2017 pukul 07.00 untuk menanam sayuran-sayuran.

Kemudian kami pamit dan kami kembali ke rumah kami masing-masing untuk mempersiapkan kuliah besoknya.

(Kiri ke kanan: Andreas, Bu Ida, Pak Abdul, Jonathan)

(Kiri ke kanan: Andreas, Bu Ida, Yasmin, Pak Abdul)


Kondisi tanah sebelum penanaman (1)

Kondisi tanah sebelum penanaman (2)

Nah, demikian kegiatan survei kami! Penasaran sayur-sayur apa saja yang akan kami tanam? Stay tuned di blog kami, ya!✌✌✌

Salam Kenal!

Salam kenal! Kami adalah Marikibun, kelompok CB-Kewarganegaraan dari Universitas Bina Nusantara. Kami terdiri dari:

1. Abraham Adiputra Wijaya   (2001536283)

2. Andreas Pangestu Lim       (2001540116)


3. Cindy Yulian Lobo              (2001566405)


4. Gisela Christy Mooy          (2001559961)


5. Inten Yasmina                   (2001548970)


6. Jonathan                           (2001542651)

7. Julio Tanadi                       (2001555093)


Sebelum kami memulai publikasi posting-posting mengenai kegiatan peduli lingkungan kami, berikut kami lampirkan link untuk proposal kami.

Mohon tunggu posting terbaru kami, ya! See you soon!

Link: Proposal CB-Kewarganegaraan